Tugas BAHASA
INDONESIA
SEPTEMBER 05, 2013
” PEMBELAHAN SEL”

Disusun oleh kelompok IV:
Kementerian agama
Madrasah aliyah negeri 2 ambon
2013
A. PEMBELAHAN SEL
1.1 PENGERTIAN PEMBELAHAN SEL
Pembelahan sel adalah suatu proses dimana material seluler dibagi
kedalam dua sel anak. Pada organisme tersebut, yang umumnya dimulai dari satu
sel tunggal. Pembelahan sel juga merupakan suatu proses dimana
jaringan-jaringan yang telah rusak diganti dan diperbaiki. Sel mempunyai
kemampuan untuk memperbanyak diri dengan melakukan pembelahan. Pada hewan
uniseluler cara ini digunakan sebagai alat reproduksi, sedangkan pada hewan
multi seluler cara ini digunakan dalam memperbanyak sel somatis untuk
pertumbuhan dan pada sel gamet untuk proses pewarisan keturunan hingga akhirnya
membantu membentuk individu baru.Ada dua macam pembelahan sel, yaitu pembelahan
secara langsung ’amitosis’ dan pembelahan secara tidak langsung ’mitosis dan
meiosis’.
1.2 Macam-macam Pembelahan Sel
Ada dua jenis pembelahan sel, pembelahan
langsung(amitosis) dan tak langsung. Pembelahan langsung terjadi pada organisme
bersel satu, misal Amoeba sp. Sedangkan pembelahanan langsung terjadi pada
organisme bersel banyak, misal manusia. Pembelahan tak langsung dibagi dua,
mitosis dan meiosis.

1. PEMBELAHAN AMITOSIS
(LANGSUNG)
Definisi amitosis adalah penggabungan dari kata a =
tidak, mitos = benang jadi amitosis adalah proses pembelahan sel secara
langsung dan dan sederhana, yang didahului dengan pembelahan inti tanpa
pembentukan benang-benang kumparan sperma (kromosom). Pembelahan amitosis
merupakan pembelahan sel yang tidak melalui urutan tahap-tahap tertentu. Pada
amitosis, inti terpecah menjadi dua bagian dan biasanya tidak diikuti oleh
pembagian sitosom. Amitosis jarang terjadi, dan hanya ditentukan pada sel-sel
khusus yang berspesialisasi atau sel yang sedang berdegenerasi. Sel yang
berspesialisasi itu contohnya pada sel yang sedang mengalami proses subdivision
nuclear, menghasilkan anak inti pada permukaan inti yang asli. Proses itu
berlangsung pada proses pembagian inti dan menghasilkan sel yang berinti
banyak, sehingga prose situ jarang tersangkut dengan reproduksi sel. Pada
pembelahan ini nukleus langsung membelah menjadi dua lalu didistribusikan pada
sel anak tanpa didahului oleh pembentukan benang spindel, peleburan membran
inti, penampakan kromosom, atau ciri lain.Amitosis juga terjadi pada
makhluk-makhluk bersel satu seperti misalnya amoeba, paramecium, atau alga
biru.
2. PEMBELAHAN MITOSIS

Definisi mitosis, mitosis juga disebut kariokinesis,
adalah proses pembelahan sel secara tidak langsung, karena pembelahan inti
didahului dengan pembentukan benang-benang kumparan sperma. Cara ini biasa
berlangsung pada sel somatic dan sel nutfah (germ cell). Mitosis didahului
dengan menghilangnya inti sebagian benda definitive (real) kemudian disusul
dengan pembagian yang sebenarnya dari bagian-bagian sel utamanya.
Mitoses terdiri dari 4 tahap (fase) tetapi seluruhnya
harus dipikirkan sebagai satu proses yang berkesinambungan yaitu didahului
dengan sel istirahat dan diakhiri dengan terjadinya 2 sel anak yang berdiri
sendiri-sendiri. Proses mitosis itu sama baik pada sel hewan maupun pada sel
tumbuhan, walaupun ada sedikit perbedaan pada jenis-jenisnya. Empat fase itu
adalah profase, metaphase, anaphase, dan telofase. Antara satu mitosis ke
mitosis berikutnya terdapat suatu tahap yang disebut tahap istirahat (interfase).
Pada saat itu nucleus “beristirahat” untuk siap mengadakan pembelahan
berikutnya.
Pembelahan mitosis merupakan pembelahan sel yang melalui
tahap-tahap pembelahan tertentu, yaitu: profase, metafase, anafase, dan
telofase (PMAT). Pembelahan ini memiliki ciri sebagai berikut:
1) terjadi pada
pembelahan sel tubuh (somatis).
2) bertujuan
untuk pertumbuhan dan regenerasi.
3) menghasilkan
dua sel anak yang identik dengan sel induk semula (diploid menjadi
diploid/haploid menjadi haploid).
4) berlangsung
dalam satu kali PMAT.
Tahap-tahap yang berlangsung pada pembelahan mitosis
adalah sebagai berikut:1. Profase : Tahap ini merupakan fase pembelahan mitosis
yang paling lama dan paling banyak memerlukan energi. Peristiwa yang
berlangsung selama profase adalah sebagai berikut:
Ø benang kromatin
menjadi kromosom, lalu kromosom mengganda menjadi dua kromatid tetapi masih
melekat dalam satu sentromer.
Ø membran inti dan
nukleolus lenyap.
Ø sentrosom
memisah menjadi dua sentriole, dan diantaranya terbentang benang spindel.
2. Metafase : Pada tahap ini kromosom terletak berjajar
pada bidang ekuator. Bagian sentromer kromosom berikatan dengan kinetokor yang
berhubungan dengan benang spindel. Pada fase ini kromosom tampak paling jelas
terlihat sehingga jumlahnya mudah diidentifikasi. Metafase adalah tahap yang
memerlukan energi terkecil dan waktu yang paling singkat.
3. Anafase : Saat anafase sentromer membelah, lalu benang
spindel menarik kromosom menuju kutub sel yang berlawanan. Pergerakan kromosom
tersebut dipengaruhi oleh enzim dynein.
4. Telofase : Pada tahap ini terjadi peristiwa sebagai
berikut:
3. PEMBELAHAN MEIOSIS (pembelahan reduksi)

Meiosis adalah proses pembelahan sel di mana jumlah
kromosom per sel ,dibelah dua. Sebelum dimulai, DNA dalam sel asli diduplikasi
selama beberapa fase dari siklus sel. Meiosis memisahkan kromosom kemudian
direplikasi menjadi empat gamet haploid atau spora. Jika menghasilkan gamet,
sel-sel ini harus aman selama pembuahan untuk membuat sebuah sel diploid baru
atau zigot. Pada tumbuhan, meiosis menghasilkan spora yang menghasilkan pembentukan
sel-sel haploid. Meiosis diperlukan untuk reproduksi seksual dan oleh karena
itu terjadi di semua eukariota yang bereproduksi secara seksual. Meiosis tidak
terjadi dalam archaea atau bakteri karena mereka bereproduksi secara aseksual
melalui proses pembelahan biner. Jenis pembelahan sel melibatkan sel telur dan
sperma, yang 'gamet', dengan masing-masing sel berisi dua salinan dari setiap
kromosom, satu dari ibu dan yang lainnya dari ayah, yang pada gilirannya
menghasilkan empat sel gamet, yang memiliki salinan masing-masing kromosom.
Kromosom ini memiliki campuran DNA ayah dan ibu, memastikan bahwa keturunan,
berbeda dalam kerangka genetik orang tua yang baik.
Pembelahan meiosis disebut juga pembelahan reduksi ,
yaitu pe-ngurangan jumlah kromosom pada sel-sel kelamin (sel gamet jantan dan
sel gamet betina). Sel gamet jantan pada hewan (mamalia) diben-tuk di dalam
testis dan gamet betinanya dibentuk di dalam ovarium. Gamet jantan pada
tumbuhan dibentuk di dalam organ reproduktif berupa benang sari, sedangkan
gamet betinanya dibentuk di dalam pu-tik. Sel kelamin betina pada hewan berupa
sel telur, sedangkan pada tumbuhan berupa putik. Pada dasarnya, tahap
pembelahan meiosis serupa dengan pembelahan mitosis. Hanya saja, pada meiosis
terjadi dua kali pembelahan, yaitu meiosis I dan meiosis II. Masing-masing
pembelahan meiosis terdiri dari tahap-tahap yang sama, yaitu profase, metafase,
anafase, dan telofase. Bagaimanakah ciri-ciri setiap tahap pembelahan meiosis
tersebut? Kalian akan mengetahuinya setelah mempelajari uraian berikut.
1. Tahap
Meiosis I
Seperti halnya pembelahan mitosis, sebelum mengalami
pembe-lahan meiosis, sel kelamin perlu mempersiapkan diri. Fase persiapan ini
disebut tahap interfase . Pada tahap ini, sel melakukan persiapan berupa penggandaan
DNA dari satu salinan menjadi dua salinan (seperti interfase pada mitosis).
Tingkah laku kromosom masih belum jelas terlihat karena masih berbentuk
benang-benang halus (kro-matin) sebagaimana interfase pada mitosis. Selain itu,
sentrosom juga bereplikasi menjadi dua (masing-masing dengan 2 sentriol),
seperti tampak pada gambar di samping. Sentriol berperan dalam menentu-kan arah
pembelahan sel.
Setelah terbentuk salinan DNA, barulah sel mengalami
tahap pembelahan meiosis I yang diikuti tahap meiosis II. Tahap meiosis I
ter-diri atas profase I, metafase I, anafase I, dan telofase I, serta
sitokinesis I. Bagaimanakah ciri-ciri setiap fase pembelahan tersebut? Berikut
akan dibahas fase-fase meiosis I pada sel hewan dengan 4 kromosom diploid (2n =
2). Untuk lebih jelasnya, simaklah penjelasan di bawah ini.
a. Profase I
Pada tahap meiosis I, profase I merupakan fase terpanjang
atau terlama dibandingkan fase lainnya bahkan lebih lama daripada tahap profase
pada pembelahan mitosis. Profase I dapat berlangsung dalam beberapa hari.
Biasanya, profase I membutuhkan waktu sekitar 90% dari keseluruhan waktu yang
dibutuhkan dalam pembelahan meiosis. Tahapan ini terdiri dari lima subfase,
yaitu leptoten, zigoten, pakiten, iploten, dan diakinesis.
b. Metafase I
Pada metafase I, kromatid hasil duplikasi kromosom
homolog berjajar berhadap-hadapan di sepanjang daerah ekuatorial inti (bidang
metafase I). Membran inti mulai menghilang. Mikrotubulus kinetokor dari salah
satu kutub melekat pada satu kromosom di setiap pasangan. Sementara
mikrotubulus dari kutub berlawanan melekat pada pasang-an homolognya. Dalam hal
ini, kromosom masih bersifat diploid.
c. Anafase I
Setelah tahap metafase I selesai, gelendong mikrotubulus
mulai menarik kromosom homolog sehingga pasangan kromosom homolog terpisah dan
masing-masing menuju ke kutub yang berlawanan. Peristiwa ini mengawali tahap
anafase I. Namun, kromatid saudara masih terikat pada sentromernya dan bergerak
sebagai satu unit tunggal. Inilah perbedaan antara anafase pada mitosis dan
meiosis. Pada mitosis, mikrotubulus memisahkan kromatid yang bergerak ke arah
berlawanan.
d. Telofase I
Pada telofase, setiap kromosom homolog telah mencapai
kutub-kutub yang berlawanan. Ini berarti setiap kutub mempunyai satu set
kromosom haploid. Akan tetapi, setiap kromosom tetap mempunyai dua kromatid
kembar. Pada fase ini, membran inti muncul kembali. Peristiwa ini kemudian
diikuti tahap selanjutnya, yaitu sitokinesis.
e. Sitokinesis
Kalian masih ingat pengertian sitokinesis pada sel hewan
mau-pun tumbuhan bukan? Ya, sitokinesis merupakan proses pembelahan sitoplasma.
Tahap sitokinesis terjadi secara simultan dengan telofase. Artinya, terjadi
secara bersama-sama. Tahap ini merupakan tahap di antara dua pembelahan
meiosis. Alur pembelahan atau pelat sel mulai terbentuk (Gambar 4.17). Pada
tahap ini tidak terjadi perbanyakan (replikasi) DNA. Hasil pembelahan meiosis I menghasilkan dua
sel haploid yang
mengandung setengah jumlah kromosom homolog. Meskipun
demiki-an, kromosom tersebut masih berupa kromatid saudara (kandungan DNA-nya
masih rangkap). Untuk menghasilkan sel anakan yang mem-punyai kromosom haploid
diperlukan proses pembelahan selanjutnya, yaitu meiosis II. Jarak waktu antara
meiosis I dengan meiosis II disebut dengan interkinesis .
Jadi, tujuan meiosis II adalah membagi kedua salinan DNA
pada sel anakan yang baru hasil dari meiosis I. Meiosis II terjadi pada
ta-hap-tahap yang serupa seperti meiosis I. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut
tentang tahap meiosis II, perhatikan uraian selanjutnya.
2. Tahap
Meiosis II
Tahap meiosis II juga terdiri dari profase, metafase,
anafase, dan telo-fase. Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap meiosis I.
Masing-masing sel anakan hasil pembelahan meiosis I akan membelah lagi menjadi
dua. Sehingga, ketika pembelahan meiosis telah sempurna, dihasilkan empat sel
anakan. Hal yang perlu diingat adalah bahwa jumlah kromo-som keempat sel anakan
ini tidak lagi diploid (2n) tetapi sudah haploid(n). Proses pengurangan jumlah
kromosom ini terjadi pada tahap meio-sis II. Bagaimanakah proses pengurangan
jumlah kromosom ini terjadi? Kalian akan mengetahuinya setelah mempelajari
uraian di bawah ini.
a. Profase
II, Fase pertama pada tahap pembelahan meiosis II adalah
profase II (Gambar 4.18a). Pada fase ini, kromatid saudara pada setiap sel
anakan masih melekat pada sentromer kromosom. Sementara itu, benang
mi-krotubulus mulai terbentuk dan kromosom mulai bergerak ke arah bidang
metafase. Tahap ini terjadi dalam waktu yang singkat karena diikuti tahap
berikutnya.
b. Metafase
II, Pada metafase II, setiap kromosom yang berisi dua
kromatid, me-rentang atau berjajar pada bidang metafase II (Gambar 4.18b). Pada
tahap ini, benang-benang spindel (benang mikrotubulus) melekat pada kinetokor
masing-masing kromatid.
c. Anafase
II, Fase ini mudah dikenali karena benang spindel mulai
menarik kromatid menuju ke kutub pembelahan yang berlawanan. Akibatnya,
kromosom memisahkan kedua kromatidnya untuk bergerak menuju kutub yang berbeda
(Gambar 4.18c). Kromatid yang terpisah ini se-lanjutnya berfungsi sebagai
kromosom individual.
d. Telofase
II, Pada telofase II, kromatid yang telah menjadi kromosom
menca-pai kutub pembelahan. Hasil akhir telofase II adalah terbentuknya 4 sel
haploid, lengkap dengan satu salinan DNA pada inti selnya (nuklei).
e.
Sitokinesis II, Selama telofase II, terjadi pula sitokinesis II, ditandai
adanya sekat sel yang memisahkan tiap inti sel. Akhirnya terbentuk 4 sel kembar
yang haploid. Berdasarkan uraian di depan, sel-sel anakan sebagai hasil
pembelahan meiosis mempunyai sifat genetis yang bervariasi satu sama lain.
Variasi genetis yang dibawa sel kelamin orang tua menyebabkan munculnya
keturunan yang bervariasi juga.
Perbedaan pembelahan mitosis dan meiosis
Pembeda Mitosis:
1.
Lokasi pembelahan Sel-sel tubuh (somatis) dan
sel gonad
2.
Jumlah pembelahan Satu kali
3.
Jumlah sel anak hasil pembelahan Satu sel
induk menghasilkan 2 sel anak
4.
Jumlah kromosom anak Diploid (2n) Diploid (2n)
5.
Pindah silang Tidak terjadi
6.
Komponen genetik Sama dengan induk
7.
Tujuan Pertumbuhan dan regenerasi
Pembeda Meiosis
1.
Lokasi pembelahan Sel gonad/sel kelamin
2.
Jumlah pembelahan Dua kali yaitu meiosis I dan
II
3.
Jumlah sel anak hasil pembelahan Satu sel
induk menghasilkan 4sel anak
4.
Jumlah kromosom anak Diploid (2n) haploid (n)
5.
Pindah silang Terjadi pada profase I
6.
Komponen genetik Berbeda dengan induk
7.
Tujuan Reduksi kromosom yaitu pembentukan
gamet
Tujuan dari pembelahan mitosis pada mahkluk hidup bersel
banyak adalah memperbesar ukuran tubuh dan mengganti sel-sel tubuh yang
mengalami kerusakan. Sedangkan pada mahkluk hidup bersel satu, mitosis
bertujuan untuk memperbanyak jumlah sel dan mempertahankan dari kepunahan.
Tujuan dari pembelahan meiosis:
adalah untuk pembentukan sel kelamin (gametogenesis). Pembentukan
sperma pada hewan jantan disebut spermatogenesis sedangkan pembentukan ovum
disebut oogenesi. Pada tumbuhan tingkat tinggi pembentukan serbuk sari disebut
mikrosporogenesis, sedangkan pembentukan bakal buah disebut makrosporogenesis
atau megasporogenesis.
Keterkaitan /hubungan pembelahan sel dengan pewarisan
sifat Pembelahan sel baik itu mitosis maupun meiosis sebenarnya mempunyai
tujuan yang sama yaitu mewariskan sifat (genetik) yang ada pada sel yang sedang
membelah tersebut kepada sel-sel turunannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar